Soppeng, Bugissulsel.id – Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Pendidikan, Ormas, dan Moderasi Beragama, Dr. H. Faried F. Saenong, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Senin (18/5).
Kegiatan yang digelar oleh LP2KS itu mengangkat tema “Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Karya Tulis Ilmiah” dan diikuti guru madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, perwakilan Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Kepala Kemenag Soppeng Afdal, serta Guru Besar Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar, Prof Sukardi Weda.
Dalam arahannya, Faried Saenong menegaskan kemampuan menulis karya ilmiah kini menjadi bagian penting dari profesionalisme seorang guru.
“Guru adalah pilar utama transformasi pendidikan di Kementerian Agama. Melalui penulisan KTI, guru diajak untuk berpikir kritis, berbasis data, dan mampu menuangkan inovasi pembelajaran di kelas ke dalam bentuk karya akademik yang teruji,” ujarnya.
Menurut dia, karya tulis ilmiah bukan lagi sekadar syarat administrasi untuk kenaikan pangkat, tetapi juga menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan gagasan dan inovasi pendidikan.
Bimtek tersebut bertujuan memberikan pembekalan teoritis dan praktis terkait metodologi penulisan karya ilmiah bagi para guru demi meningkatkan kualitas literasi serta mendukung pengembangan karier fungsional.
Sementara itu, Prof Sukardi Weda mengawali materinya dengan mengajak peserta memahami pentingnya budaya menulis di kalangan pendidik.
Dia menyebut guru yang aktif menulis akan menjadi teladan dan inspirasi bagi peserta didiknya.
“Guru yang hobi menulis akan menjadi idola bagi para siswanya. Penulis juga akan mendapatkan ibadah sosial karena dapat mencerahkan publik melalui gagasan, pikiran, dan ide kreatifnya,” kata Sukardi.
Sukardi juga menambahkan bahwa tulisan dapat menjadi salah satu sumber pengambilan kebijakan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Dalam sesi interaktif, dua peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari Sukardi Weda mendapatkan hadiah berupa buku karya tulis yang ditulis langsung oleh profesor tersebut.
Ditempat yang sama, Direktur LP2KS, Jamal Hasan Basir, mengatakan kegiatan bimtek tersebut digelar untuk membangun budaya menulis di kalangan guru madrasah di Kabupaten Soppeng.
Menurut pria berambut gondrong itu, masih banyak guru yang memiliki pengalaman dan inovasi pembelajaran yang baik, namun belum dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah maupun publikasi.
“Kami ingin para guru tidak hanya fokus mengajar di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis yang bisa dibaca dan menjadi referensi bagi banyak orang,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan menulis menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan profesionalisme guru, terlebih di era pendidikan yang terus berkembang.
Jamal berharap melalui bimtek tersebut para peserta semakin termotivasi untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya mereka, baik di media cetak, media online maupun jurnal ilmiah.
“Harapan kami setelah kegiatan ini lahir guru-guru penulis dari Soppeng yang mampu menyebarkan gagasan dan inovasi pembelajaran melalui karya ilmiah,” katanya.
Editor: A.Cakra/Red |


