Soppeng, Bugissulsel.id – Syaharuddin yang kerap disapa Sahar resmi menyatakan mundur dari jajaran kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sahar kepada awak media saat ngopi bareng di Warkop Camidu, Sabtu (16/5).
Pria berambut gondrong itu mengaku telah keluar dari grup komunikasi internal PWI Soppeng dan akan segera menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi.
“Iya, saya akan keluar dari pengurus PWI. Mulai hari ini, Sabtu 16 Mei, saya sudah keluar dari grup PWI Soppeng. Selanjutnya nanti saya akan buat surat pengunduran diri secara resmi,” ujar Sahar.
Sahar menegaskan, dirinya tetap memiliki rasa cinta terhadap organisasi PWI, namun, ia menilai terdapat perbedaan pandangan yang membuat dirinya memilih untuk tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan.
“Saya cinta PWI, namun kayaknya saya tidak sejalan pemikiran,” katanya.
Selain itu, Sahar juga menyinggung soal dugaan pelanggaran aturan organisasi setelah dirinya menerima mandat sebagai Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, posisi tersebut dianggap bertentangan dengan aturan organisasi PWI sehingga memunculkan polemik di internal.
“Saya diduga melanggar aturan organisasi PWI setelah saya diberikan mandat menjadi Ketua Laskar Merah Putih,” ungkapnya.
Meski memilih mundur dari kepengurusan, Sahar memastikan tetap menjaga hubungan baik dengan rekan-rekannya di PWI Soppeng.
“Meski saya mundur, saya tetap menjaga tali persaudaraan antar mengurus PWI,” pungkas Sahar.
Penulis: A.Cakra |


