Bugissulsel

akurat dan terpercaya

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Pernyataan Prabowo soal Dolar Dikritisi, Andi Alfianto: Desa Tetap Terdampak

    Bugissulsel.id
    19 Mei 2026, 17.02 WIB Last Updated 2026-05-19T09:04:57Z

    Dr. Andi Alfianto Anugrah Ilahi, S.E., M.M
    Dosen Prodi D-3 Manajemen Industri
    Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada. (Foto: Ist).
    Makassar, Bugissulsel.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “rakyat di desa enggak pakai dolar kok” saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jumat (16/5) kemarin, menjadi sorotan publik.

    Ucapan tersebut viral di media sosial karena disampaikan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

    Dosen Prodi D-3 Manajemen Industri Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada, Dr. Andi Alfianto Anugrah Ilahi, menilai pernyataan Presiden perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

    “Saya memahami arah pernyataan Presiden. Pemerintah ingin menunjukkan optimisme bahwa ekonomi Indonesia masih kuat dan masyarakat tidak perlu panik menghadapi fluktuasi ekonomi,” ujarnya, Selasa (19/5).

    Menurutnya, menjaga optimisme publik memang penting agar kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha tetap terjaga.

    Namun demikian, kata dia, optimisme saja tidak cukup tanpa penjelasan yang transparan mengenai kondisi ekonomi yang sebenarnya.

    “Pemerintah juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi ekonomi secara jujur dan terbuka agar masyarakat memahami situasi secara proporsional,” katanya.

    Dia menjelaskan, masyarakat desa memang tidak menggunakan dolar dalam transaksi sehari-hari. Namun, pelemahan rupiah tetap berdampak terhadap kehidupan mereka melalui kenaikan harga barang.

    “Banyak kebutuhan masyarakat yang bahan bakunya berasal dari impor seperti kedelai untuk tahu dan tempe, jagung untuk pakan ternak, bahan kimia untuk sabun, deterjen, pasta gigi, obat-obatan, hingga BBM dan suku cadang kendaraan,” jelasnya.

    Menurut Alfianto, ketika nilai dolar naik maka biaya impor ikut meningkat dan berdampak pada biaya produksi.

    “Kalau biaya produksi naik, harga barang di tingkat konsumen juga ikut naik, termasuk di desa. Jadi masyarakat desa tetap merasakan dampaknya meskipun tidak memegang dolar secara langsung,” ujarnya.

    Alfianto berharap masyarakat tidak hanya melihat pernyataan tersebut secara sepotong-sepotong, tetapi memahami konteks ekonomi secara menyeluruh.

    “Optimisme penting, tetapi penjelasan yang lengkap jauh lebih penting agar masyarakat bisa merespons situasi ekonomi dengan bijak, tanpa panik dan tanpa merasa persoalan disederhanakan,” tutupnya.






    Editor: A.Cakra/Red

    Komentar

    Tampilkan

    • Pernyataan Prabowo soal Dolar Dikritisi, Andi Alfianto: Desa Tetap Terdampak
    • 0

    menu atas