Bugissulsel

akurat dan terpercaya

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates






    Ketua LAKAM DPD Pessel Jadi Narasumber Manasik Kesehatan Haji

    Bugissulsel.id
    08 April 2026, 14.38 WIB Last Updated 2026-04-08T06:41:34Z

    Suasana saat manasik di Meranti. (Foto: BSS/Misri).
    Selatpanjang, Bugissulsel.id – Ketua LAKAM DPD Pesisir Selatan, dr H Misri Hasanto, menjadi narasumber dalam kegiatan manasik kesehatan haji bagi calon jamaah haji 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (8/4).

    Panitia pelaksana dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kepulauan Meranti menyebutkan, kegiatan manasik haji tersebut diikuti sebanyak 110 calon jamaah haji dan berlangsung pada 7-9 April 2026.

    Selain dr Misri, kegiatan itu juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, antara lain dari Kanwil Kementerian Agama Riau, Kementerian Agama Kepulauan Meranti, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Kesehatan, serta Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

    Dalam pemaparannya, dr Misri menyampaikan materi tentang manasik kesehatan haji sebagai bagian penting dalam persiapan keberangkatan jamaah ke Tanah Suci.

    Menurut dia, secara umum manasik haji terbagi menjadi dua bagian, yakni manasik ibadah haji dan manasik kesehatan haji.

    “Dalam fiqih haji, seseorang wajib berhaji apabila telah memenuhi unsur istitha’ah atau kemampuan, yakni mampu secara fisik, mental, ilmu, dan biaya,” katanya.

    Ia menjelaskan, setelah calon jamaah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, mereka tetap harus memahami berbagai risiko penyakit yang berpotensi dihadapi selama berada di Arab Saudi.

    Menurut dia, perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi salah satu tantangan utama yang perlu diantisipasi jamaah.

    Pada Mei hingga Juni 2026, kata dia, Arab Saudi diperkirakan memasuki musim panas dengan suhu di sejumlah wilayah dapat mencapai 42 hingga 50 derajat Celsius.

    Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi, heat stroke, kaki melepuh, bibir pecah, dan kelelahan ekstrem.

    Selain suhu panas, jamaah juga diminta mewaspadai suhu dingin pada malam hari di beberapa lokasi yang dapat turun cukup rendah.

    “Karena itu jamaah perlu mempersiapkan perlengkapan yang memadai, termasuk jaket tebal, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat suhu dingin,” ujarnya.

    Ia menambahkan, koordinasi antara ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), tenaga medis, dan petugas kloter menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

    “Melalui manasik kesehatan ini, calon jamaah haji diharapkan dapat lebih siap secara fisik dan memahami langkah-langkah pencegahan penyakit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pungkas Misri.



    Penulis: Dr. H. Misri Hasanto, SH,.M.Kes
    Editor: A.Cakra
    Komentar

    Tampilkan

    • Ketua LAKAM DPD Pessel Jadi Narasumber Manasik Kesehatan Haji
    • 0

    menu atas