![]() |
| Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE dan suasana puncak HJS ke-765. (Foto: BSS/A.Cakra). |
“Bone dan Soppeng tidak pernah ingkar dalam komitmen aliansi Tellumpoccoe, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, Reppa Siapatokkong, Sibali Peri, Siwatang Menre, Tessirui No',” kata Suwardi di hadapan tamu undangan.
Dia mengatakan, nilai-nilai dalam aliansi tersebut mecerminkan hubungan persaudaraan , saling menghormati, dan saling menopang antardaerah yang telah terjalin sejak lama.
Menurut dia, dalam struktur persaudaraan Tellumpoccoe , Bone diposisikan sebagai saudara tertua, Wajo sebagai saudara tengah, dan Soppeng sebagai saudara bungsu.
“Bone kakak tertua, Wajo saudara tengah dan Soppeng adalah adik bungsu,” ujarnya.
Suwardi menambahkan, sumpah dan janji yang terkndung dalam aliansi tersebut tidak lekang oleh waktu dan tetap relevan dijaga hingga saat ini.
“Insyaallah sumpah dan janji itu tidak lepas dari waktu, dan suatu kewajaran bila mana senantiasa adik bungsu meminta bantuan dan perlindungan oleh saudara tertuanya,” katanya.
Sekedar diketahui, Aliansi Tellumpoccoe sendiri merupakan persekutuan tiga kerajaan Bugis, yakni Bone, Wajo, dan Soppeng, yang terbentuk pada 1582.
Aliansi tersebut dibangun sebagai bentuk persatuan politik dan militer untuk menghadapi ekspansi Kerajaan Gowa-Tallo.
Secara historis, Tellumpoccoe yang berarti “tiga puncak” menjadi simbol persatuan tiga kerajaan Bugis dalam menjaga kehormatan dan kedaulatan wilayahnya.
Penulis: A.Cakra |


