![]() |
| Bunda Kanduang Pekanbaru. (Foto: Ist). |
Kegiatan yang dipimpin Cikgu Fitri Yeni tersebut dihadiri sekitar 60 peserta.
Dalam pertemuan itu, pengurus dan anggota membahas sejumlah program jangka pendek organisasi, termasuk besaran iuran arisan dan pemanfaatannya untuk kegiatan organisasi ke depan.
Selain itu, arisan perdana juga membahas rencana keikutsertaan Bundo Kanduang Kota Pekanbaru pada Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 6 Juni 2026 mendatang.
Kegiatan budaya tersebut digelar oleh Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia yang berkantor pusat di DKI Jakarta dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang Bukittinggi.
Panitia menargetkan kegiatan itu dapat meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk Provinsi Sumatera Barat.
Dalam parade nanti, peserta akan dinilai berdasarkan empat kategori, yakni komunitas dengan jumlah peserta terbanyak, barisan paling rapi dan tertib, aneka ragam busana terbaik, serta barisan terfavorit.
Ketua IKM Kota Pekanbaru, Irman Sasrianto, menyambut baik rencana keikutsertaan Bundo Kanduang Pekanbaru dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Minangkabau, khususnya busana adat perempuan Minang.
“Saya sangat mengapresiasi gagasan Bundo Kanduang Pekanbaru mengikuti Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang di Bukittinggi. Ini langkah positif untuk melestarikan budaya Minang,” ujarnya.
Politisi PAN Kota Pekanbaru itu juga menyatakan siap mendukung program tersebut, terlebih kegiatan itu membawa misi meraih penghargaan MURI bagi Sumatera Barat.
Penulis: dr. H. Misri Hasanto Editor: A.Cakra |


