![]() |
| Dr. Supriansa, S.H,.M.H yang pakai baju putih ditengah pegang hp saat ngopi bareng di Roti Romi Tebet, Jakarta Selatan. (Foto: Ist). |
Bagi Supriansa, membangun hubungan baik dengan banyak orang menjadi hal penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Pria kelahiran Soppeng itu mengaku selalu memegang teguh filosofi hidup “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.”
Menurut dia, filosofi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan prinsip hidup yang terus ia terapkan dalam keseharian.
Supriansa menilai, satu lawan saja sudah terlalu banyak karena dapat menguras waktu , pikiran, dan energi yang seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif dan bermanfaat.
Sebaliknya, memiliki banyak sahabat dianggap menjadi kekuatan penting untuk membngun semangat gotong royong di tengah berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks.
“Seribu kawan terasa sedikit karena tantangan bangsa ini begitu besar, sehingga kita butuh sebanyak-banyaknya tangan untuk gotong royong,” ujar Supriansa.
Eks DPR RI Komisi lll ini juga menyoroti keberadaan warung kopi yang menurutnya sehrusnya menjadi ruang mempererat hubungan sosial dan bertukar gagasan secara sehat.
Menurut Supriansa, warung kopi jangan sampai berubah menjadi tempat melahirkan permusuhan akibat perbedaan pandangan maupun kepentingan.
“Perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun semua harus kembali menghargai keberadaan orang lain, sekalipun mereka berada di seberang garis ideologi,” urai Dr Supriansa saat ngopi bareng bersama Prof Aidir Amin Daud, mantan Irjen Kementerian Hukum dan HAM RI, di Roti Romi Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/5).
Editor: A.Cakra/Red |


