Bugissulsel

akurat dan terpercaya

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Soppeng Genjot Modernisasi Pertanian Melalui Program PM-AAS

    Bugissulsel.id
    08 Mei 2026, 17.59 WIB Last Updated 2026-05-08T10:01:20Z


    Soppeng, Bugissulsel.id – Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI terus memperkuat langkah menuju transformasi pertanian modern.

    Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5).

    Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan.

    Program itu menjadi simbol dimulainya penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Soppeng melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.

    Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan benih padi program PM-AAS varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton.

    Bantuan tersebut diserahkan Kepala Badan BRMP kepada Bupati Soppeng.

    Selain itu, turut diserahkan bantuan pupuk Petroganik dari PT Pupuk Indonesia kepada Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng.

    Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku bahagia dapat hadir langsung bersama para petani pada momentum tanam padi perdana tersebut.

    Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal transformasi pertanian modern di Kabupaten Soppeng.

    Menurutnya, para petani selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, harga hasil pertanian yang tidak menentu, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja.

    Karena itu, program PM-AAS hadir sebagai solusi melalui penggunaan alat tanam modern, pemanfaatan drone pertanian, pola tanam baru, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian.

    “Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi untuk membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Suwardi Haseng.

    Dia juga mengungkapkan Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang dipercaya menjalankan program PM-AAS.

    Pada tahun 2025, program tersebut baru diterapkan di lahan seluas 5 hektar di Kecamatan Marioriawa.

    Namun pada tahun 2026, cakupan program meningkat signifikan menjadi 120 hektar, masing-masing 100 hektar di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.

    Suwardi berharap seluruh pihak, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah, hingga masyarakat petani dapat bekerja sama mendukung keberhasilan program tersebut.

    Ia optimistis PM-AAS mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

    “Kami berharap kawasan persawahan di Apanang ini dapat menjadi contoh pertanian modern yang nantinya diikuti daerah lain,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Fadjry Jufri mengatakan, Soppeng menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan pertanian modern dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

    Ia menjelaskan penerapan teknologi pertanian modern mulai diperkenalkan setelah Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke sejumlah negara maju di bidang pertanian.

    Menurut dia, program PM-AAS yang sebelumnya diuji coba di Soppeng berhasil mencapai produktivitas hingga 10,4 ton per hektare.

    “Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan program PM-AAS agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Fadjry.






    Editor: A.Cakra/Red

    Komentar

    Tampilkan

    • Soppeng Genjot Modernisasi Pertanian Melalui Program PM-AAS
    • 0

    menu atas