![]() |
| Tim PKK Soppeng saat gelar KIAT. (Foto: Ist). |
Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman kader PKK mengenai upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang.
Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Suarni Suwardi, mengatakan arisan rutin PKK tidak hanya menjadi ajang kebersamaan , tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang mengancam hak asasi manusia, khususnya perempuan dan anak-anak.
Ia menjelaskan, pelaku perdagangan orang saat ini menggunakan berbagai modus untuk menjerat korban, mulai dari tawaran pekerjaan, pendidikan, pernikahan , adopsi ilegal hingga memanfaatkan media sosial.
Suarni mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan berbagai kasus perdagangan orang dan perdagangan anak yang pernah terjadi sebagai pelajaran bersama.
"Keluarga merupakan benteng utama dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga dari ancaman eksploitasi. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Dia juga mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi pelopor sekaligus agen edukasi dalam mensosialisasikan pencegahan perdagangan orang di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, selalu memverifikasi identitas pihak yang menawarkan pekerjaan maupun pengasuhan anak , mengawasi aktivitas digital anak-anak, serta segera melaporkan dugaan tindak perdagangan orang kepada pihak berwenang.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta semakin memahami bahaya perdagangan orang, mampu mengenali berbagai modus yang digunakan pelaku, serta bersama-sama mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai daerah yang aman, ramah anak, dan bebas dari praktik perdagangan orang," harapnya.
Editor: A.Cakra |


