![]() |
| Warga Ale'e-Lacokkong saat timbun jalan. (Foto: Dok Warga). |
Berdasarkan informasi yang dihimpun Rabu (22/4), warga terlihat kompak menimbun ruas jalan Perkuburan Jeppe dengan sertu yang menjadi akses utama masyarakat.
Diketahui, jalan tersebut sempat retak hingga ke bagian tengah pada 26 Januari 2026 lalu , sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang melintas karena berpotensi longsor.
Kondisi jalan juga semakin memprihatinkan saat musim hujan. Permukaan yng berlumpur membuat jalan berubah seperti kubangan, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Salah seorang warga mengungkapkan, jalan tersebut sudah sangat lama tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah.
“Kayaknya sudah hampir setengah abad tidak ada bantuan perbaikan. Kalau musim hujan, becek sekali seperti kubangan kerbau,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak retakan muncul hingga ke tengah badan jalan, warga menjadi was-was setiap kali melintas.
“Semenjak retak sampai ke tengah jalan, warga jadi takut lewat di sini. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng segera menindaklanjuti keluhan kami,” tambahnya.
Jalan tersebut diketahui merupakan jalur vital bagi aktivitas warga , baik untuk keperluan sehari-hari, pendidikan, maupun perekonomian.
Menurut warga, upaya penimbunan dengan sertu yang dilakukan secara swadaya ini hanya bersifat sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar akses.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar akses jalan kami kembali aman dan layak dilalui,” harapnya.
Hingga kini, warga masih menantikan perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah terkait kondisi jalan tersebut.
Penulis: A.Cakra |


