Bugissulsel

akurat dan terpercaya

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates


    Bupati Soppeng Ultimatum Kontraktor, Proyek Sekolah Rakyat Wajib Kerja 24 Jam

    Bugissulsel.id
    13 Juli 2026, 20.58 WIB Last Updated 2026-07-13T13:12:38Z

    Bupati Soppeng Suwardi Haseng saat sidak proyek Sekolah Rakyat. (Foto: Ist).
    Soppeng, Bugissulsel.id - Bupati Soppeng Suwardi Haseng turun langsung meninjau pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Kabupaten Soppeng, Senin (13/7).

    Dalam inspeksi mendadak tersebut, Suwardi ultimatum pelaksana proyek agar mempercepat pekerjaan dengan menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam penuh.

    Didampingi tim dari Kementerian Sosial RI, Plt Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Taufiq Ramli, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, Suwardi menilai percepatan pembangunan tidak bisa lagi ditunda.

    Dia meminta seluruh tenaga kerja dimaksimalkan agar proses pembangunan berjalan tanpa henti siang dan malam.

    "Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

    Suwardi bahkan memastikan dirinya akan melakukan pengawasan langsung dengan turun ke lokasi setiap dua hari sekali.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan instruksi kerja 24 jam benar-benar dijalankan dan progres pembangunan bergerak sesuai target.

    Meski pembangunan kawasan sekolah belum sepenuhnya rampung, Pemkab Soppeng menargetkan sejumlah fasilitas utama sudah dapat digunakan pada 31 Juli 2026.

    Target itu bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

    Fasilitas prioritas yang harus selesai sebelum akhir Juli meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga dapur.

    Sementara bangunan lain yang belum mendesak akan dilanjutkan setelah seluruh aspek keselamatan dan keamanan dipastikan terpenuhi.

    Suwardi menegaskan tidak ada toleransi terhadap risiko yang dapat mengganggu keselamatan peserta didik.

    Menurutnya, area yang akan ditempati siswa harus benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

    Belum fungsionalnya sejumlah fasilitas utama juga berdampak pada jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

    Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 terpaksa ditunda.

    Pemerintah Kabupaten Soppeng kini menargetkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026 sesuai pedoman dari Kementerian Sosial RI.

    Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 270 siswa baru dan 100 siswa existing.

    Sebagai informasi, MPLS nantinya akan diisi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, serta berbagai penampilan siswa existing untuk menyambut peserta didik baru.





    Editor: A.Cakra/Red*
    Komentar

    Tampilkan

    • Bupati Soppeng Ultimatum Kontraktor, Proyek Sekolah Rakyat Wajib Kerja 24 Jam
    • 0

    menu atas