![]() |
| Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani memberikan keterangannya kepada awak media. (Foto: BPMI Setpres). |
Jakarta, Bugissulsel.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3) kemarin.
Pertemuan itu menjadi forum dialog antara pemerintah dan tokoh agama untuk bertukar pandngan terkait sejumlah isu strategis, baik yang berkaitan dengan kondisi dalam negeri maupun perkembangan global.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan memprkuat pemahaman bersama mengenai dinamika geopolitik dan geokonomi yang terjadi belakangan ini.
“Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami dan saling mendengar terkait perkembangan informasi geopolitik dan geokonomi yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Muzani dalam keterangannya kepada awak media, seperti dilansir dari Sekretariat Kabinet RI, Jumat (6/3).
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memaparkan berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa.
Ia menyebutkan kepala negara juga menerima serta menghimpun pandangan dari para kiai dan ulama sebagai bagian dari upaya bersama dalam pembangunan nasional.
“Beliau sudah menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” ujar Buya Yahya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu dinilai menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Hasib Wahab Hasbullah, menyampaikan optimisme bahwa forum kolaborasi tersebut dapat membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih baik.
“Kiai-kiai, ulama, dan para umara ini jadi satu sekarang ini,” kata Hasib.
“Insyaallah, dengan dibina oleh Bapak
Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” pungkasnya.
Editor: A.Cakra Sumber: Sekretariat Kabinet RI |


