![]() |
| Bupati H. Suwardi Haseng, SE saat menghadiri hari kedua Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng. (Foto: Ist). |
Soppeng, Bugissulsel.id – Bupati Soppeng Suwardi Haseng menegaskan distribusi guru di Kabupaten Soppeng harus segera dibenahi agar kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah dapat terpenuhi secara lebih merata.
Penegasan itu disampaikan saat meghadiri hari kedua Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Kamis (2/4) kemarin.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng dan diikuti kepala sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Soppeng serta kepala sekolah dasar dari Kecamatan Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.
Dalam arahannya, Suwardi mengatakan ketimpangan distribusi guru tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap proses pembelajaran dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Penumpukan guru di satu tempat sementara di tempat lain kekurangan harus segera diatasi. Jika kelebihan, ada guru yang tidak cukup jam mengajarnya dan tidak mendapatkan sertifikasi. Ini tentu berdampak pada kesejahteraan dan pendapatan guru itu sendiri,” katanya.
Dia mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pemetaan secara berkala untuk memastkan distribusi tenaga pendidik lebih merata sesuai kebutuhan sekolah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Dr Nurmal Idrus mengungkapkan, Soppeng saat ini mengalami kelebihan sekitar 130 guru.
“Disisi lain masih terdapat sejumlah kecamatan yang kekurangan tenaga pengajar. Kondisi ini berdampak langsung pada efektivitas layanan pendidikan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng Dr Nur Alim menambahkan, salah satu persoalan pendidikan di daerah bukan hanya jumlah guru , tetapi juga distibusi dan efektivitas penempatannya di masing-masing satuan pendidikan.
Terakhir, selain membahas distribusi tenaga pendidik, Suwardi juga menilai rembuk pendidikan menjadi ruang penting untuk memperkecil kesenjangan informasi antara pemerintah daerah dan guru di lapangan.
“Rembuk seperti ini sangat bermanfaat karena mengurangi gap informasi antara pemerintah daerah dengan para guru di lapangan,” ujarnya.
Editor: A.Cakra |


