Painan, Bugissulsel.id — Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan menyatakan siap mengawal jalannya pemilihan Ketua Pemuda Nagari Painan Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026.
Ketua LAKAM Pessel, dr H Misri Hasato, mengatakan pengawalan ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi asas netralitas.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, jujur, dan adil,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (25/4).
Berdasarkan data panitia, terdapat lima kandidat yang akan bersaing, yakni Ajis Chan, Ferdinan Eka Sukma, Oktaufan Prasetia, Andi Yanti, dan Rengki Saputra.
Namun, pemilihan ini mulai menuai sorotan setelah munculnya polemik terkait salah satu kandidat, Ajis Chan, yang disebut masih berstatus sebagai anggota TNI aktif.
Sejumlah kandidat lain dan masyarakat Nagari Painan Selatan menyampaikan keberatan.
Mereka menilai keikutsertaan anggota TNI aktif dalam pemilihan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, panitia tetap meloloskan Ajis Chan sebagai peserta.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang mengatur netralitas prajurit.
LAKAM Pessel pun meminta panitia pemilihan dan Wali Nagari Painan Selatan untuk tetap berpegang pada aturan serta bersikap netral.
Selain itu, beredar pula isu di tengah masyarakat terkait dugaan ketidaknetralan panitia dalam proses pemilihan.
LAKAM menegaskan akan terus memantau jalannya proses hingga selesai guna menjaga kondusivitas serta kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
Penulis: dr. H. Misri Hasanto Editor; A.Cakra |


