![]() |
| Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia melakukan penandatanganan Traktat Keamanan Bersama di Istana Merdeka. (Foto: Ist). |
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2) kemarin.
Penandatanganan perjanjian tersebut menjadi tonggak penting penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Dalam Keterangan Pers Bersama, Presiden Prabowo menyatakan bahwa traktat ini mencerminkan tekad Indonesia dan Australia untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing sekaligus berkontribusi bagi perdamaian regional.
“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, kerja sama ini juga sejalan dengan prinsip bertetangga baik serta kebijakan luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia.
Prabowo menyoroti kedekatan geografis Indonesia dan Australia yang membuat kedua negara harus hidup berdampingan. Karena itu, hubungan bilateral dibangun atas dasar saling percaya dan itikad baik.
“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, Traktat Keamanan Bersama bukan sekadar dokumen formal, melainkan fondasi konkret untuk memperluas kolaborasi strategis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan maritim, hingga penanganan ancaman lintas negara.
Sementara itu, PM Australia Anthony Albanese menyebut penandatanganan traktat ini sebagai hasil dari proses panjang yang dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu.
Menurut Albanese, perjanjian tersebut dibangun di atas fondasi kerja sama pertahanan Indonesia–Australia yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun.
“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif,” kata Albanese.
Ia menyebut momen penandatanganan tersebut sebagai peristiwa bersejarah dalam hubungan kedua bangsa.
“Hari ini saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden. Ini adalah pengakuan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan adalah dengan bertindak bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, Albanese menilai perjanjian ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan antara Australia dan Indonesia.
Ia juga memaparkan sejumlah inisiatif baru yang akan dijalankan, termasuk pembentukan posisi bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama, serta perluasan pertukaran pendidikan militer.
“Mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kemampuan latihan gabungan, serta memperluas pertukaran pendidikan militer guna membangun hubungan dan pemahaman antar generasi pemimpin militer kita,” tutur Albanese.
Editor: A.Cakra Sumber: Sekretariat Kabinet RI |


